Breaking News

Harumkan Nama Purworejo, Petinju Herry Andriyanto, Akan Bertanding di Philipina



PURWODADI ( Koranpurworejo.com )– THE PREDATOR adalah julukan bagi Petinju Herry Andriyanto (30 th), dari sasana Wangunrejo Boxing Camp, yang beralamat di Desa Wangunrejo, Banyuurip, Purworejo. Bagi dunia tinju kelas profesional, nama Herry Andriyanto sudah tak asing lagi.

Herry Andriyanto a warga  Desa Baledono Candi, Purworejo. Petinju yang mulai bertinju dari kelas amatir, dan beralih ke tinju profesional sejak 2004 ini, sudah menyabet banyak kejuaraan. 

Kiprah Herry dalam ring tinju Nasional dan internasional sudah tidak diragukan. Banyak pertandingan ia telah menangkan dan membawa pulang sabuk emas. Petinju peringkat satu nasional kelas Welter Yunior (63,5) Dan kini  dipastikan akan bertanding di Philipina pada 21 Juli mendatang.

Pertandingan untuk perbaikan peringkat, melawan petinju Philipina, Al Rivera, yang kini menduduki peringkat satu kelas Welter Yunior PABA (Pan Asian Boxing Association), akan digelar Kamis ( 12/7/2018 ) di Philipina.  Herry  memiliki rekor 19 kali bertanding, dengan 17 TKO, 3 kali kalah, dan 1 draw.

Bertanding di luar negeri bagi Herry, sudah sering dilakukan. Ia memiliki rekor bertanding sebanyak 41 kali, dengan 16 kali menang TKO, 17 kali menang angka, 4 kali kalah, dan 4 kali seri ini, akan bertanding dalam 10 ronde.

“Saat ini saya menduduki peringkat ke 3 kelas Welter Yunior PABA,” ujar Herry  kepada wartawan Purworejo,com Selasa (10/7).

Herry, yang didampingi manajer sasana, Asih Indriasari, pelatih Giant Wasiat, dan pemilik sasana Wangunrejo Boxing Camp, Bin Sudarmanto ini optimis, akan mampu mengalahkan petinju kidal tersebut.

Dibawah promotor Rosa, Herry memiliki target untuk menang TKO melawan Al Rivera. Meski belum pernah bertemu sebelumnya, namun petinju yang memiliki julukan The Predator ini sudah memiliki teknik tersendiri untuk melawannya.

“Meski belum pernah bertemu dengan lawan yang kali ini, tapi Herry sudah mempersiapkan teknik-teknik yang akan dilayangkan besok,” ungkap Giant Wasiat menimpali.

“Persiapan sudah kita lakukan dua bulan terakhir ini, baik fisik, psikis dan teknik, dengan bimbingan pelatih Giant Wasiat dan Margono,” jelas Asih Indriasari.

Terakhir, Herry meraih juara satu sabuk emas Bupati Kulonprogo. Herry menang TKO di ronde keenam, melawan petinju peringkat ke 6 nasional kelas Welter (66 kg), Beny Tumaika dari Kostrad Solo pada tahun ini.

“Semoga, prestasi Herry ini bisa menjadi penyemangat bagi para pemuda di Purworejo untuk menyukai tinju,  menghidupkan kembali olahraga ini untuk memberikan ruang positif bagi masyarakat, atau anak muda,” Ungkap Bin Sudarmanto. ( Mas-Tirta)

Tidak ada komentar