Breaking News

KHATAMAN AL'QURAN PONDOK AL MUBAROK. ( Arak -Arakan Berkuda Jadi Kebanggaan ).



PITURUH ( KORANPURWOREJO.COM) --MINGGU  ( 1/7/2018 )  Jalan raya Pituruh kota,  pagi pukul 07.00 Wib hingga pukul 10.30 Wib , macet, dipadati arak arakan 13 peserta khataman santri Pondok Al Mubarok Pituruh. Warga Pituruh secara otomatis menyambut acara arak arakan bernuansa religius tersebut.

Setidaknya ada 13 Kuda, 1 Unit Drum Band, dan 13 Unit Grup Rebana ( Kencrèng ) mengikuti acara tersebut. Sepanjang 1 Km  arakan tersebut  mewarnai kegegap gempitaan jalan raya Pituruh.

Menurut Muhamad Tambeh, pendiri pondok Al .Mubarok, Acara khataman tersebut diselenggarakan  dengan cara gotong royong . Adapun  santri di pondok tersebut berjumlah 87 siswa.

"Setiap setahun sekali, pondok kami selalu mengatamkan anak anak. Kali ini hanya 13 anak. Tahun lalu sampat 27 anak. " Ungkapnya.
Masih menurut Muh Tambeh, Ada yang unik, dengan arak arakan menunggang kuda sebelum khataman, anak anak jadi senang. Bahkan banyak yang ingin khataman, karena bakal naik kuda ", tambahnya.

Kuda kuda tunggang yang disewa pun harganya cukup mahal , hingga Rp 1.500.000,- Seperti di benarkan oleh Muntalib  ( 45 fh) yang mengatamkan anaknya Prayogo .
Sementara Nurwahid memilih kuda yang seharaga sewa Rp 1.300.000,-

Seusai acara khataman, yang juga dihadiri Kapolsek Akp Junani Jumantoro, Danramil dan wali sastri pondok, diisi pengajian  Ustad Abdul Haq dari Purworejo. Dalam tausiahnya, Astat Abdulhaq, menandaskan,  " Dijaman melenium ini, agama tidak melarang untuk pintar  bahasa inggris, pintar matematika, kimia, fisika, maupun ilmu lain. Tapi ada yang lebih penting, harus juga pintar dan tahu agama. Sebab kalau agama sudah ditanamkan sejak dini. Insyaalah akan menjadi generasi yang tau aturan Allah, serta hidup yang faedah " Tandas Abdul.

Selain di Pondok Al Mubarak Pituruh, juga digelar acara serupa di Desa Waru. Desa yang berjarak 7 Km arah Barat Daya dari Kota Pituruh, diikuti 17 santri.
Sebelum acara khataman di gelar, juga diawali dengan arak arakan lehi dahulu. Bahkan di Desa Waru melibatkan 1 Unit Drum Ban dari SMP PMB, bahkan jauh lebih panjang dari ara yang di gelar di Desa Puturuh.
Dhafa ( 10 th ) Bin Makmuri, mengaku senang dan bangga menjadi peserta khataman tahun ini. Pasalnya acara khataman Al Quran adalah jadi idaman setiap anak.( S,Tirta).

Tidak ada komentar