Breaking News

Patung Gajah Bambu Setinggi 5 Meter, Siap Sambut Para Perantau. ( Hiasi Sudut Alun-Alun Purworejo ).



PURWOREJO ( KoranPurworejo.com )-- NAMA Suprihatin (38) warga desa Kedung Pucang, Bener Purworejo,  atau yang lebih akrab dipanggil Jambul, sosok satu ini sudah lama lalu lalang dan menggeluti dunia seni, Khususnya adalah seni rupa.

Berangkat dari keluarga yang memang berdarah seni, seperti ayahanda Jambul bernama Alm Sutarjo adalah sosok pendiri dan penggiat seni kuda lumping di Desa Kedung pucang di era 60an. Ada juga kakeknya Citropawiro seniman ketoprak pada era nya. 

Kini dengan dibekali ilmu seni yang sudah mendarah daging, jambul tampil memberi warna baru pada kesenian, khususnya di kota Purworejo. Tak terbantahkan juga, sebelum pulang dan menggarap beberapa karya di Purworejo, Jambul sempat juga bergelut di dunia seni lukis Jogja. Mengikuti beberapa pameran bergengsi seperti JEC dan FKY. 

Jambul megatakan “Sebenarnya masih banyak lagi pameran yang saya ikuti, entah itu di gedung, hotel hingga jalanan. Karna dengan hal itu semua saya juga belajar banyak dari teman-teman seniman Jogja dari yang akademisi maupun otodidak,”.

Jambul berada di Jogja sejak tahun 2000 hingga 2017, semenjak itu pula ia pulang ke Purworejo dan berkarya di Kota berirama tercinta. Karya pertama semenjak kepulnganya adalah Artistk panggung 4 sisi dalam rangka Pagelaran Sendratari Gumbergahing Bumi Kayu Arahiwang 2017 dan di lanjut dengan karya keduanya Artistik Panggung Jumenengan 2017 yang mengangkat suasana tema kerakyatan di masa lalu.
Siswa SMA Bruderan Purworejo adalah salah satu yang  berselfie di Gajah bambu ( foto Mas).

Kini jambul melahirkan kembali karya instalasi "Gajah Bambu"  berukuran tinggi 5 meter dan panjang 12 meter. Instalasi gajah ini dipasang atau dipamerkan di pojok alun-alun Purworejo sebelah timur tepatnya dekat dengan tugu gunungan.

 Jambul menjelaskan, Kepala yang besar dan cerdas, diharapkan seorang pemimpin menggunakan akal yang cerdas dalam memecahkan masalah, untuk mengembangkan ide-ide kreatif dan inovatif.

Mata yang kecil, menggambarkan pemimpin yang harus fokus, konsentrasi dalam tugasnya. Untuk mengarahkan anggotanya agar dapat mencapai tujuan.

Dua telinga yang besar, menjadi alat mendengarkan keluhan-keluhan anggotanya dan lebih peduli terhadap masalah-masalah yang menghambat dalam mencapai tujuan. Selain itu pemimpin juga harus peka, terhadap informasi luar atau dalam apakah benar atau tidak.

Gajah memiliki belalai,  seorang pemimpin dapat memanfaatkan seluruh kemampuan untuk mencapai tujuan.

Gading gajah, seorang pemimpin harus dapat memberi manfaat bagi anggotanya, kelompok atau organisasi nya.

Harapan saya, "Dengan adanya karya ini bisa menjadi gambaran bagi masyarakat untuk tetap mendukung kemajuan kota. Yang dimana kita pun juga berhak untuk berpartisipasi atas kemajuan itu."

Karya yang digarap selama 15 hari dan dibantu beberapa rekan seniman lain seperti Japar dan Bowo dari Segomegono Songkestra Sindurjan, Siswanto Kedung Pucang, Suroto WW teknik, Kris Doplang dan Hendra inti Sidomulyo, selesai pada hari Kamis 31 Mei 2018. 

Jambul pun menambahkan, instalasi ini semoga bisa menambah cantik sudut  alun-alun Purworejo dan memberi daya tarik wisatawan untuk berkunjung . (Mas)

Tidak ada komentar