Breaking News

DI PERINGATAN HARDIKNAS, 10 SISWA PRESTASI TERIMA MENDALI PENGHARGAAN BUPATI.



PURWOREJO (Koranpuworejo.com)-- Upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2018 di Alun-alun Purworejo, Rabu 2/8/18. Sebayak 10 pelajar berprestasi mendapat penghargaan berupa medali dari Bupati Purworejo Agus Bastian.

Adapun pelajar berprestasi yang telah mengharumkan nama Purworejo yakni Nursyifa Hapsari dari SMP Negeri 02 Purworejo, Nanda Evi Agustina dari SMP Negeri 10 Purworejo, Fitra Nur Aini dari SMP Negeri 5 Purworejo, Ketiganya merupakan atlet cabang panahan yang mampu meraih juara satu di tingkat Korwil Kedu.

Kemudian Faqih Nur siswa dari SMP Negeri 01 Purworejo, juara 3 cabor beladiri silat; Muhammad Dzaqi Alfausan dari SD Negeri 2 Pangenjurutengah, juara 1 cabor beladiri silat kelas F; Arizky dari SD Negeri Sobomenggalan Purworejo, juara 1 cabor renang; Tiyas Mahrani dari SDN 01 Maron Loano, juara 1 cabor tenis meja; Francesca Haedi Tan dari SD Mutiara Ibu Purworejo, juara dua Tenis Lapangan; Muhammad Arkan dari SD IT Salsabila Purworejo, juara 3 cabor renang; Anya dari SDN 01 Maron Loano, juara 3 tenis meja.
Para siswa khitmat mengikuti upacara (foto mas).

Dalam upacara yang diikuti oleh jajaran guru, pelajar, OPD ASN, TNI, Polri, dan Mahasiswa se Kabupaten tersebut, Bupati Purworejo Agus Bastian membacakan sambutan tertulis Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI. Dalam sambutannya, Mendikbud mengajak kepada seluruh jajaran pemerintah baik elsekutif, legislatif maupun yudikatif untuk merenungi dan meresapi peringatan Hardiknas yang mengusung tema menguatkan pendidikan, memajukan kebudayaan.

Tekad dalam menguatkan pendidikan dan memajukan kebudayaan seyogyanya disertai dengan hati yang ikhlas dan kerjas keras,” ujarnya.

Selanjutnya diutarakan, kondisi ideal pendidikan dan kebudayaan nasional saat ini masih jauh dari cita-cita para pendahulu. Sehingga diperlukan kerja keras untuk memperluas akses pendidikan yang berkualitas, terus-menerus mengkalibrasi praktik pendidikan agar memiliki presisi atau ketelitian yang tinggi, sesuai dengan tuntutan masyarakat, lapangan pekerjaan, dan kebutuhan pembangunan.

Hal itu sangatlah penting dijadikan pondasi dalam mendidik penerus bangsa. Tentu harus didukung dengan pembangunan infrastuktur pendidikan dan kebudayaan dan penguatan sumber daya manusia (SDM) agar menjadi modal yang handal dan siap menghadapi perubahan zaman,” tuturnya.

Untuk itu, mulai tahun ini Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla mencanangkan prioritas pembangunan pada penguatan SDM. Di sinilah peran dan tanggung jawab pendidikan dan kebudayaan akan semakin besar. (Mas ).

Tidak ada komentar