Breaking News

5 KOMPLOTAN PENGGANJAL ATM ASAL LAMPUNG DITANGKAP POLISI PURWOREJO



PURWOREJO( koranpurworejo.com ) --LIMA orang pelaku pencurian uang di anjungan tunai mandiri ( ATM ) ,  asal Lampung , dengan modus mengganjal ATM , berandal dari Lampung berhasil ditangkap Satuan Reskrim Polres Purworejo.

Dijelaskan  Kasat Reskrim AKP Kholik Mawardi, Dari tangan pelaku Polisi berhasil mengamankan barang bukti, uang jutaan rupiah, sejumlah kartu ATM, hand phone, tusuk gigi sebagai pengganjal di mulut ATM.
Setelah ulahnya meresahkan masyarakat, karena sejumlah uang yang ada di ATM raib tanpa diambil pemiliknya. Akhirnya aksi ke 5 pelaku tercium Polisi. Dapat di tangkap di sebuah hotel tempat para pelaku menginap.
Kelima pelaku akhirnya dapat dikenali Polisi, setelah para korban melapor ke Polres. Kelima pelaku tersebut masing masing TF , AG, HH, RZ, dan SS. Pelaku tercatat sebagai warga Tanggamus dan Raja Bandar Lampung.
Pelaku pembobol ATM asal Tanggamus dan Raja Bandar Lampung, yang  diringkus Polres Purworejo ( foto Edy)

Modus yang digunakan para pelaku, mengganjal ATM dengan tusuk gigi, di mulut ATM  BNI dan BRI, yang berada di
Mini Market.
 Sekenario modusnya, yaitu , setelah ATM diganjal, dan seseorang yang mau mencairkan uang tidak bisa, maka ia menghampiri, berpura pura membantu. Saat korban lengah, lalu pelaku menukarkan kartu ATM  korban dengan kartu lainnya yang sudah disiapkan pelaku.
Sementara pelaku lainnya, mendatangi serta berpura pura meyakinkan berapa kode nomer Pin-nya.
Setelah itu, pelaku meninggalkan lokasi dan menuju tempat lain yang ada ATM nya, untuk menguras isi uang di ATM tersebut.

Masih menurut AKP Kholik Mawardi, para pelaku komplotan ini, mengaku baru pertama kali melakukan aksinya, di Purworejo.
Akan tetapi pihak kepolisian akan  terus mendalami. Karena kemungkinan besar  juga melakukan di sejumlah tempat." Tandasnya.
Diakui para pelaku, korban yang paling empuk adalah para Ibu ibu dan remaja putri, karena lebih mudah dimodusi.

Para pelaku terancam kena Pasal  363, pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman hukuman penjara selama 7 tahun. ( Edy -Suta).

Tidak ada komentar