Breaking News

SIBAK JADI KAMPOENG KULINERNYA PURWOREJO.



WARGA Sibak RT 1 RW 9 Kelurahan Pangenjurutengah menyulap jalan-jalan kampung dan teras rumah menjadi sajian kampung kuliner dan permainan anak, hal itu di lakukan bersama oleh warga lingkungan untuk pemberdayakan potensi-potensi yang ada agar lebih bermanfaat, baik dari sisi ekonomi maupun dari sosial budaya. 

Hantoro Wibowo ( 43)  salah satu penggagas Kampoeng Koeliner mengatakan, “Sibak kampoeng koeliner” yang merupakan konsep homely food court community, jika diterjemahkan kurang lebih berarti pusat makan berbasis komunitas dengan nuansa rumahan. Konsep ini pertama di Purworejo dan mungkin juga pertama di Indonesia, Selasa (10/4/18).

“Dari penuturan sejumlah warga, Sibak merupakan kampung kuno yang kini masuk wilayah kelurahan Pangenjurutengah. Selain kuliner, banyak budaya, permainan maupun nilai-nilai positif lain yang sayang jika hilang tertelan jaman. Sudah saatnya budaya yang unik menarik dan bernilai positif untuk dibangkitkan kembali,” Jelas Hantoro.

Sibak Kampoeng Koeliner yang sudah beroperasi sejak hari jumat petang lalu (6/4), kini sudah mulai ramai di kunjungi para pecinta kuliner dari Purworejo maupun luar kota.
Selain menyajikan kuliner klasik warisan nenek moyang, juga diadakan sejumlah fasilitas permainan anak-anak yang popular di era tahun 80an hingga 90an yang mungkin lebih dari 10 tahun tidak dimainkan lagi oleh anak-anak jaman sekarang seperti egrang, patok lele, sudahmanda, bitingan, dll. 

Hantoro menambahkan, adanya permainan-permainan ini diharapkan juga menjadikan Sibak kampoeng Koeliner ini sebagai destinasi wisata kuliner yang ramah anak, ramah keluarga. 

Selain memberi kesempatan bagi anak-anak era 80-90an untuk bernostalgia menemukan mainan mereka, juga memberi kesempatan untuk berinteraksi dengan keluarga mereka dengan mengajari keluarga maupun anak-anak mereka memainkan permainan-permainan tradisional "non digital".

Liana (21) salah satu pengunjung yang datang dengan teman-teman khusus untuk mencoba wisata kuliner baru di Sibak mengatakan, saya sangat bangga dengan adanya desa/kampung yang dihidupkan dengan kegiatan-kegiatan positif seperti di Sibak ini.

“Bagi teman-teman yang  belum mencoba wajib datang, rasakan sensasi baru dari sajian dan konsep yang menarik disini.” Imbuhnya (MAS)

Tidak ada komentar