Breaking News

SD PENABUR RAYAKAN PASKAH, DRAMA PENYALIBAN TUHAN YESUS


MASIH  dalam suasana Paskah yang diperingati umat Kristiani seluruh dunia pada tanggal 1 Maret 2018, SD Kristen Penabur Wacana Purworejo, sajikan Drama Penyaliban Tuhan Yesus.
Meski sudah lewat pada hari paskah, namun suasana paskah masih dirasa, salah satunya di SD Kristen Penabur Wacana, Sabtu (7/4/18).

Sajian Tablo atau drama Perjalanan Tuhan Yesus Dari Getsemani sampai penyaliban, dimana Yesus di hianati oleh muridnya yang bernama Yudas Iskariot, lalu Yesus di tangkap dengan tuduhan melawan raja romawi waktu itu dengan ajarnya dan di hakimi di tukar dengan Tahanan yang di bebaskan bernama Barnabas, Yesus pun di cambuk di ludahi dianiaya dan akhirnya di salib, dalam perjalanan bertemu dengan perempuan-perempuan yang menagis dan berdoa dan akhirnya di salibkan di bukit Golgota. 

Drama yang di perankan oleh anak-anak kelas 3 , 4 dan 5 dengan usia kisaran 10 tahun dilakukan dengan latihan rutin setiap sabtu dalam kurun waktu satu bulan memang menjadi hal baru bagi anak-anak.
" Memang di sekolahan ini setiap sabtu adalah jam ekstrakulikuler yang dimana di isi oleh berbagai kegiatan diluar akademis, seperti olahraga dan berkesenian semua kegiatan di ikuti menurut kesenangan dan potensi anak-anak, dibidang apa " Ungkap, Sudirma selaku Kepala sekolah SD Kristen Penabur.

Perayaan paskah dengan sajian Tablo yang berjalan dengan khusus dan hikmat, tak lain juga ada beberapa anak yang ikut hanyut dalam cerita dan menangis, diyakini oleh seluruh umat agama Kristen Katholik bahwa Yesus mati di karnakan cintaNya, untuk menebus dosa manusia.
Perayaan yang tidak hanya di ikuti Siswa SD adapun perayaan juga diikuti juga oleh anak-anak TK Penabur.

Di akhiri acara diisi oleh Pendeta Iren (24) yang menyampai pesan-pesan paskah.
Pesan yang dikutip dari Roma 6 Ayat 18, berbunyi, Kamu telah dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran. 
"Bagaimana melalui kebangkitan Yesus, anak-anak di ajak untuk hidup dalam kebenaran dan mengikuti jalan Yesus.
Untuk mengungkapkan rasa syukur dengan menjadikan ini salah satu pemaknaan dan semangat belajar," Ungkap Pendeta Iren (MAS)

1 komentar: