Breaking News

RESENSI BUKU NOVEL ' GAMES OF LOVE' Karya Titisari Prabowati.




Untuk memberi Ruang  Publik. Rubrik BUDAYA KoranPurworejo.Com menerima tulisan karya yang relevan,  seperti Puisi, Cerpen, Laporan Diskusi, Ulasan pentas dan sejenisnya. Akan dimuat disetiap hari Minggu.Rubrik ini digawangi Penyair dan Essays Sumanang Tirtasujana.

RESENSI BUKU NOVEL ' GAMES OF LOVE'

Karya Titisari Prabowati.

Judul Buku : Games of Love
Penulis : Titisari Prabawati, MPd.
Penerbit : Grass Media
Kota Terbit : Tegal, Jawa Tengah
Cetakan          : Pertama, Januari 2018
Tebal Buku : 450 halaman
Peresensi : Badriyah, SPd.

Games of Love merupakan sebuah novel karya seorang penulis dan pendidik Titisari Prabawati. Novel Games of Love sangat kental dengan nuansa action dan sentuhan kisah cinta yang unik. Dalam novel ini saya sepakat bahwa penulis mempunyai maksud yang sangat jelas. Penulis ingin menyampaikan pada generasi muda Indonesia untuk berkarya positif, memerangi seks bebas yang telah banyak merusak generasi muda Indonesia yang  seharusnya membangun potensi untuk kemajuan bangsa.

Games of Love menceritakan tentang kehidupan pemuda yang penuh dengan tantangan. Tokoh utama Games of Love adalah pria yang bernama Aryan Mahavindra Khan. Ia seorang putra pengusaha tekstil yang sangat sukses berasal dari India.  Kisahnya berawal ketika Aryan bersekolah dan masuk pondok pesantren di pinggiran kota kecil yang sejuk dan nyaman. Aryan dan orang tuanya memang telah sepakat bahwa pondok pesantren yang jauh dari keramaian kota seperti Jakarta menjadi pilihan yang terbaik. Dalam hidupnya ia berprinsip bahwa hidup di dunia bukan hanya mencari ilmu tetapi akhlak yang jauh lebih utama (halaman 9) . 

Ketika bersekolah di SMK Al-Azhar Aryan sudah memerangi narkoba dan jaringan prostitusi. Di sana Aryan mengenal Nayna gadis berhijab yang lembut, sopan dan selalu patuh akan ajaran agama. Aryan mengagumi gadis tersebut tetapi sebelum ada jalinan cinta Nayna tertembak ketika bersama Aryan menyelamatkan seorang bayi yang diculik. Aryan merasa bersalah dan sangat kehilangan Nayna. Hal ini membuat Aryan terpuruk jiwanya dan keluar dari Al-Azhar karena harus rutin menjalankan terapi dengan seorang dokter bernama Indira di Jakarta.

Aryan mulai membuka hatinya kembali ketika Ia melanjutkan pendidikannya di London. Gadis tersebut bernama Claire seorang gadis yang cantik. Aryan selalu menjaga Claire dengan tidak pernah menyentuh karena agama melarang itu. Hubungannya dengan Claire selama tiga tahun membuat Claire mempertanyakan hubungan yang jelas. Tetapi ketika akan melamar Claire di Paris Aryan baru mengetahui ternyata Claire mewarisi bisnis narkoba ayahnya. Claire menembak Aryan untuk menutupi semuanya, ketika akan menembak lagi Claire tertembak dan dinyatakan meninggal. 

Hidup Aryan berubah ketika dijodohkan dengan seorang gadis bernama Nayla. Nama yang mirip dengan cinta pertamanya dulu. Perjodohan membawanya pada kehidupan rumah tangga yang penuh misteri. Pertemuan pertamanya menggoyahkan keinginan untuk menjalin rumah tangga bahagia dengan Nayla. Di tengah kebimbangan karena sang istri memiliki sosok yang selalu menggetarkan jiwa dan membuat Nayla merindu.

Di akhir cerita ini penulis memberikan sajian cerita yang tak terduga dengan hadirnya wanita dari London yang pernah dicintainya datang kembali setelah dinyatakan meninggal dunia. Aryan mampu mengabaikan wanita bernama Claire karena Ia menjaga ikatan suci yang sah oleh agama. Aryan pun menyadari pria lain yang dikagumi oleh istrinya ternyata  dirinya. Mereka saling menerima dan dikaruniai seorang putra.
Buku ini sangat baik untuk dibaca kalangan anak muda karena dapat mengispirasi dalam pergaulan sehari-hari. Kehidupan Aryan dan Nayla yang romantis memberikan contoh bagi anak muda tidak perlu memiliki hubungan serius dengan lawan jenis sebelum menikah agar terhindar dari seks bebas.

Didalam buku ini struktur penceritaannya, selalu memberikan suguhan berpikir logis, tidak membodohi, tapi memberi edukasi bagi pembaca. Kisah Wildan teman sekelas Aryan yang terjerumus ke dalam narkoba akhirnya mampu mengalahkan sisi gelap pada dirinya dan membalik keadaan untuk berjuang hingga mencapai kemenangan dan berhasil meraih cita-cita (halaman 226).

Saya selaku peresensi mengajak pembaca untuk memiliki novel ini. Kaya akan nilai-nilai moral membuat novel ini sangat menarik untuk dibaca. Novel ini mengajarkan kita untuk selalu berpikiran positif dan selalu menjaga akhlak agar tidak terjerumus ke dalam pergaulan bebas. Kata-katanya mengalir dan bahasa yang digunakan mudah dimengerti oleh pembaca. Selain itu setiap bab dalam novel ini terselip prosa nan indah yang terinspirasi dari kisah Mahabarata. Novel ini sangat layak Anda koleksi.

Novel ini hampir tidak memiliki kekurangan. Namun setiap karya manusia pasti mempunyai kekurangan. Kekurangan dalam novel Games of Love adalah penulis kurang memperlihatkan penulisan kalimat sehingga maksudnya sedikit sulit dipahami.
( Badriyah SP.d)

Tidak ada komentar