Breaking News

PETANI PALAWIJA, KELUHKAN HARGA JUAL SINGKONG, YANG DIMONOPOLI PENGEPUL.


BRUNO ( Koranpurworejo.com )–  HARGA jual singkong yang sangat rendah dan tidak sebanding dengan masa tanamnya membuat sejumlah petani di Kecamatan Bruno mengeluh.

Surtinah (40)  petani singkong Desa Surodadi, Kecamatan Bruno menjelaskan, " Saya menanamnya hingga masa panen sudah lama, tapi begitu panen, harganya tak sebanding." Ungkapnya di Desa Somoleter, Kecamatan Bruno, Rabu (4/4/2018).

" Saat dijual harganya hanya laku Rp. 800 per kilogram. Harga singkong sebesar itu merupakan harga dari petani ke pengepul." Jelasnya. 
Surtinah mengaku tidak pernah tahu harga dari pengepul ke penjual atau harga di pasar. Saat disinggung, apa harga panenan Lombok, Jagung, juga demikian? Sutinah pun mengaku. Selalu menjual murah. Pengepul sepertinya dianggap sebagai penentu harga.

"Saya itu petani jadi taunya ya jual disini Rp. 800. Nanti singkong ini akan dibawa pakai motor turun bukit ke pengepul, jadi nggak tau sampai di pasar harganya berapa," terang dia.

Meskipun dalam merawat tanaman singkong tidak terlalu sulit, namun Surtinah berharap nantinya harga singkong dapat naik. Mengingat dalam mencukupi kebutuhan sehari-hari dirinya hanya bergantung pada hasil kebun miliknya.

Sementara  warga Desa Brunorejo Rohmah (25), mengaku  bisa mendapatkan singkong di pasar Bruno dengan harga Rp. 2000 /  per kilogram. Harga tersebut  jauh lebih tinggi, dua kali lipat lebih, dari harga tangan petani yang hanya Rp. 800,- 
Dapat disimpulkan, keuntungan pengepul singkong jauh lebih besar daripada Petani ladang.  (MAS)

Tidak ada komentar