Breaking News

IRIGASI PITURUH PENUH SAMPAH, Komunitas Kali Jogo, Kembali Beraksi.


PITURUH ( Koranpurworejo.com) - TIDAK lelah dan bosan, Komunitas Peduli Sungai Kali Jogo ( Tirta Jaya Purworejo), kembali memasang Banner Edukasi Masyarakat di Tanggul Sungai dan Irigasi  di Wilayah Pituruh, Minggu ( 4/3).

Pemasangan Banner bertuliskan " Sungai Bukan Tempat Buang Sampah " itu sudah dilakukan untuk yang sekian kali. Rahmat ( 40 th) Korlap Komunitas  Kali Jogo,  yang akrab dipanggil Mat Tato menjelaskan. Kali Jogo sejak bulan Desember 2017, telah memasang hampir 100 Banner.

Hasilnya belum bisa dibilang signifikan. Pasalnya, kesadaran masyarakat masih kurang. " Terbukti sungai dan irigasi yang kini mulai kurang airnya, justru semakin tampak tambah sampahnya ", Ungkapnya.
" Kali Jogo mendapat laporan, para pedagang lanjan di sekitar Pasar Pituruh,  sering diam diam buang sampahnya di sungai / irigasi. 
Banner Edukasi ala komunitas Kali Jogo (foto barep) 

Tidak itu saja, beberapa warga masih banyak yang menganggap sungai sebagai tempat buang sampah". Tandas Mat Tato yang juga Komandan Banser.
Sementara menanggapi  sungai dan irigasi yang selalu bersampah di Pituruh, aktifis Lingkungan Hidup Purworejo Suroto S Toto, mengatakan " Pekerjaan penyadaran bagi para pembuang sampah di Irigasi, sebenarnya bukan tugas Petugas Pengairan atau Komunitas  Kali Jogo. 

Akan lebih efektif jika Kades melalui Kadus atau RT yang dilewati  irigasi , juga mau berbuat. Misal Kades membuat larangan yang tegas terhadap warganya, jangan membuang sampah ke sungai ", kata Suroto. 
" Namun faktanya banyak Perangkat Desa, dan RT yang apatis. Bahkan ketika Komunitas Kali Jogo memasangi di bahu tanggul, mereka tdk merasa risih dan hanya menonton".  Sambung Mat Tato.

Seperti dijalaskan Mat Tato, pemasangan Banner itu telah dilakukan sejak 3 bulan lalu. Dari Desa Kalikotes - Kesawen - Ngandagan - Karanganyar - hingga Desa Pituruh.
Minggun (4/3/18)  dilakukan lagi , karena Desa Sikambang, mengeluh, akan banyaknya sampah kiriman dari hulu.

Saat ditanya dari mana biaya  untuk aktifitas tersebut ? Sesepuh Kali Jogo Gunadi Suprapto (59 th) menjelaskan. Kami biasa  Patungan, kami ada simpatisan, kadang ada Kades di daerah hilir yang mandanai. Tapi kami sudah biasa patungan. Meskipun Ada Dana Desa yang mestinya bisa digunakan untuk itu. Tapi kami tidak pernah meminta minta. 
" Lha Bagaimana kalau mereka , memang  tidak mengerti, bahwa yang kita lakukan juga berguna untuk Irigasi  Desa  ? ", Kata Mbah Goen.
" Bahkan senyatanya Banyak pamong Desa yang tidak paham dengan tanggungjawab lingkungannya ",  tambahnya. 
Perlu diketahui aktifitas Komunitas KaliJogo ini, adalah  Mitra PSDA Jateng, bahkan pernah mendapat Reward dari PSDA dan  Gubernur Ganjar Pranowo.  
(Barep-SuTa)

Tidak ada komentar