Breaking News

BRAMANTYO, CUCU JENDRAL SARWO EDHI, CERDAS RESPONSIF, SELALU JADI ' OBJEK IDOLA' REBUTAN SELFI


KUTOARJO ( KORANPURWOREJO.COM ) - NAMANYA  Mudah diingat, serta gampang diucapkan untuk lidah orang Jawa. Bagi Warga Pangen ( Jln Jogja Km 2 ) Kab Purworejo. Pria Santun ini akrab disebut dengan panggilan familiar " Mas Bram". 
Meski nama panjangnya Bramantyo Suwondo Mudhiantoro, MIR, tapi ia justru lebih populer dengan panggilan  sapaan  Bram.
KoranPurworejo.com berhasil mewawancarai, Sabtu ( 24/3) ,saat melakukan pemantauan Reses DPRD Partai Demokrat di Kutoarjo. Bicaranya santun berstruktur sistematik dan cerdas. Pengurus DPP Demokrat Pusat  ini, adalah Cucu Jendral Sarwo Edhi Wibowo (alm). Putra dari pasangan Bp. Gatot Mudhiantoro dan Ibu Retno Cahyaningtyas ( Putri Jendral Sarwo Edhi ) Ia lulusan S2 Univ Australia bergelar MIR ( Master International Relition ). Sebuah gelar akademik yang sangat tepat untuk ilmu yang berkait dengan perihal Kehidupan Sosial.

Ada yang unik dari setiap kemunculan Bramantyo  di hadapan publik manapun. Pertama dari gagasan pemikirannya. Kedua dari cara berbahasanya yang empatik  terhadap keberpihakannya pada kalangan bawah.
Bramantyo kemunculannya  selalu jadi objek untuk rebutan Selfi ( foto SuTa)

Setiap tutur katanya mencerminkan pikiran cerdasnya. Ia bagai cermin simbol anak muda yang siap membuka kanal kanal persoalan kaumnya. 
Usianya baru 25 tahun. Tapi ia mengaku tahu banyak persoalan kekinian yang dialami anak muda.

YANG Unik dari pria yang selalu rapih ini, disetiap kemunculannya, Mas Bram selalu jadi perhatian para Ibu Ibu juga para kaum muda.  Pribadinya yang menarik, sering jadi objek rebutan untuk ajang SELFI para konstituen Partai Demokrat . 
Maka kamera Ponsel pun "Cekrak...! Cekrek......!  Membidiknya dimanapun Bram muncul.

Saat KoranPurworejo.Com mewawancarainya, Bram mengaku, "Awalnya sejak kecil saya kepingin jadi tentara, karena saya pengagum dan mewarisi darah pejuang Eyang Saya Jendral Sarwo Edhi. Tapi setelah dewasa, apalagi saya menyelesaian S2 di Luar negeri, pikiran ini jadi berubah. Untuk berbhakti pada negara, pilihan jalannya bermacam macam " Ungkap Bram.
Ibu - ibu Pedagang mengajak Bram foto Selfi ( ft SuTa ).

" Di hati saya, selalu berkata ingin membela kehidupan kaum petani  dan kaum bawah. Serta ada dorongan hati, ingin merubah keadaan para kaum muda yang kurang beruntung nasibnya. 
Misal berkait dengan lapangan pekerjaan. Serta hak hak untuk memperoleh kehidupan yang layak. Ini semua hanya bisa ditempuh melalui jalur Partai. Karena disana kelak dirinya dapat memprogram - menganggarkan dan mengontrol. 
Bagi saya ini jalan efektif untuk membela kehidupan sosial mereka yang kurang beruntung dan kurang terperhatikan ". Tandas Bramantyo.

Masih menurut Bram.
Pilihannya memasuki dunia partai, karena ingin berpihak pada kaum muda, baginya ini dianggap pilihan tepat. Apalagi dirinya memiliki kedudukan setrategis di DPP Demokrat Pusat. Ini baginya menambah keyakinan jika dirinya, bakal punya arti bagi kehidupan sosialnya.

Saat ditanya, apakah tidak terganggu jika disetiap kemunculannya, banyak orang ngajak Selfi ? 
" Oww... tidak masalah Mas. Hidup itu tidak ada pribadi yang tunggal. Itu menunjukkan bahwa kita juga bagian dari kehidupan mereka. Saya anggap semua adalah bagian dari kebersamaan ". Ungkap Bram.
" Saya berpesan saja pada semuanya. Mari kebersamaan itu kita tunjukkan, bahwa kita berkewajiban turut menciptakan tindakan yang terpuji. Menjaga kondusifitas serta menjadi keluarga yang berkonsentrasi menyongsong masa depan ".  Tandas Bram.( Sumanang Tirta)

Tidak ada komentar