Breaking News

"Berani Hijrah" Antologi Satra Teater Surya


UKM Teater Surya Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMP) menerbitkan buku antologi sastra berjudul “Berani Hijrah”. Peluncuran antologi dikemas dalam Malam Apresiasi di auditorium UMP, Rabu (28/2) malam.

Ratusan penonton diajak menyaksikan pagelaran drama lakon “Terlambat” yang diambil dari buku antologi. Sebagai apresiasi budaya juga disuguhkan Tarian Jaipong oleh para anggota baru yang menamai diri Lingkar Mesra 2018. 
Sementara prosesi peluncuran ditandai dengan penyerahan buku antologi secara simbolik oleh Pembina UKM Teater Surya, Joko Purwanto MPd, kepada pengurus Teater surya serta sejumlah perwakilan komunitas seni.

Ketua Panitia Peluncuran, Anya Nelamsari, mengatakan "antologi sastra Berani Hijrah merupakan buku keempat sejak kali pertama diterbitkan Teater Surya pada tahun 2015. Berbeda dari buku-buku sebelumnya, Berani Hijrah lebih berfokus pada Cerita Pendek (Cerpen) dan naskah drama. Berani Hijrah memuat 27 Cerpen dan 3 naskah drama yang ditulis oleh sekitar 30 mahasiswa anggota Baru Teater Surya.
“Untuk Cerpen ditulis perorangan, sedangkan naskah drama ditulis oleh tim,” katanya.

Ketua UKM Teater Surya, Anita Sari, mengungkapkan "Antologi sastra merupakan bentuk kreativitas anggota Teater Surya, selain berkonsentrasi dalam sastra panggung atau seni pertunjukan teater. Tema Hijrah yang diangkat diharapkan dapat memotivasi sekitar 44 pengurus dan anggota Teater Surya untuk melakukan perubahan dari segala hal kurang baik menuju baik"

“Antologi sastra kali ini melengkapi dokumentasi sastra Teater Surya. Dengan antologi yang mengangkat tema hijrah ini harapannya akan menggugah para pembaca untuk berani melakukan perubahan, dalam hal apapun,” ungkapnya.

Sementara itu, Joko Purwanto MPd berharap, adanya antologi sastra diharapkan dapat menggeliatkan minat sastra di kalangan mahasiswa, tidak hanya yang tergabung dalam UKM Teater. Lebih dari itu, dapat melengkapi literasi sastra di Kabupaten Purworejo.
“Tema hijrah yang diangkat jangan hanya jadi sekadar tema. Harus dapat diimplementasikan betul-betul dalam kehidupan sehari-hari,” tandasnya. (Mas, Top)

Tidak ada komentar