Breaking News

ANWAR ROHMAN dan RIRIH PROBOSIWI, Seniman Penggugah Kesadaran




KEMIRI ( KoranPurworejo.com) -ANWAR ROHMAN  atau  lebih akrab di panggil dengan nama Aan Ontoceno, pemuda asli Desa Kemiri Lor, Kec Kemiri Purworejo ini,  bisa dibilang anak muda Getol dinamis dan penuh spirit. Ia bagai pemberi inspirasi bagi lingkung dan kebanyakan anak muda.

Pria enerjik, kelahiran Purworejo,  tanggal 23 Januari 1988 ini,  pernah tinggal di Ibu Kota bergabung dalam berbagai aktifitas seni . Namun  sekarang memilih tinggal di kampung. Tepatnya  di Dusun 3 Rt1 Rw4,  Desa Kemiri Lor, Kecamatan Kemiri, Purworejo.
Anak ke Tiga dari pasangan Sujadi dan Seminiyati ini mendedikasikan hidupnya pada dunia seni , khususnya seni rupa yang ia geluti sejak masa anak anak. 
Hobbynya menggambar terus menyala dan memiliki gaya goresan unik tersendiri.
Anwar sedang mendongeng edukasi  dihadapan anak anak sanggarnya. ( foto Mas).

Kiprah berkaryanya yang  sering mengikuti pameran diluar kota, Seperti Ciamis, Bandung, JABODETABEK, dan beberapa kota lain. Pernah juga bergabung di KOPPI (Komunitas Pelukis Pekerja Seni Indonesia) di Desa Seni Taman Mini Indonesia Indah Jakarta .
Menjadikan Anwar bergesekan kreatifitas dengan seniman seniman Ibu Kota. 
Tempat Nongkrongnya di Taman Ismail Majuki, Desa Seni Taman Mini, menjadikan dirinya bagai tersulut bara api kreatifitas.

Meski kini tnggal di Pelosok. Namun Anwar cepat dikenal oleh kalangan seniman seni rupa dan kalangan perupa.
Seni rupa  telah menjadi pilihan hidupnya.  Dan kini  Anwar sering menerima beberapa orderan  menerima pesanan lukis, mural, cat dekorasi, serta pebuatan patung. Total hampir seluruh wsktunya diabdikan untuk dunia seni.

Disela sela kesibukannya,  Ia masih sempat mengajar ekstra kulikuler di beberapa sekolah. Rumah tinggalnya juga jadi rumah kegiatan bagi anak anak yang interes dengan seni lukis. Tak heran jika rumah Anwar tak pernah sepi oleh aktifitas melukis. 

Sosok Aan Ontoceso, yang  memutuskan pulang kampung dengan bekal ilmu hidup yang dipelajarinya di bidang seni cukuplah beralasan.
"  Saya Pulang kampung,, niat saya ingin berbagi . Mengenalkan dan mengembangkan dunia seni dilingkungan saya  ", Ungkapnya.

Sejak kepulangan awal 2016, Aan Ontoceno sekarang sudah memiliki sanggar pribadi yang dia namai " TERAS SENIKU" . Nama yang simpel, mudah diingat , dan mengandung spirit pribadinya.
Anak anak pun diajari menulis cerita pendek supaya talentanya berkembang. ( foto Mas ).

Banyak sudah  bentuk kegiatan yang dilakukan sosok Aan Ontoceno ini. Utamanya  untuk  mengenalkan dan menggugah kemauan anak anak muda. Adapun kegiatan yang sudah Anwar lakukan , seperti Les Melukis, menggambar dan mewarnai bagi kalanga  pelajar.

Tidak hanya itu rasa kecintaannya yang besar terhadap dunia anak-anak dan generasi muda, Ia menfasilitasi sanggar TERAS SENIKU dengan Perpustakaan. Berbagai buku bacaan tersedia di Sanggarnya. 
Itu pun masih ditambah kegiatan unik, tidak hanya membaca tapi juga ada kegiatan mendongeng untuk anak-anak.

Tak terbatas di ruang Sanggar TERAS SENIKU, namun dibawanya juga buku-buku ke jalanan setiap hari Rabu jam 3 sore di trotoar alun-alun Kemiri. Orang sering  menyebutnya " Perpustakaan Jalanan Kemiri "  atau  'SEDULUR PUSTAKA'
Kegiatan gila gilaan ini, seperti menggugah kesadaran orang, untuk mencintai dunia bacaan. Ini yang menjadikan Wartawan Koran Purworejo.com menguliknya, dan menyajikan dalam bentuk berita laporan yang dikategorikan Unik.

Mobilitas di Sanggar "TERAS SENIKU" pun kian mendapat hati di kalangan dunia anak anak, kalangan muda, bahkan  para orang tua pun,  banyak yang berempati mendukung.
 Tidak hanya dengan  les melukis, Aan Ontoceno pun berkolaborasi dengan Ririh Probosiwi yang tidak lain keponakannya sendiri.
Ririh bagai amunisi baru di Sanggar tersebut. Kebetulan  Ririh  juga sebagai guru seni Budaya Sastra Jawa. Kebetulan  Ririh juga seorang Sarjana Seni. Kolaborasi keduanya itu, sangat  memberi warna Sanggar TERAS SENIKU. Sementara ini Ririh  dipercayai membidangi Les Seni Tari. 

Semua kegiatan yang di TERAS SENIKU berlangsung setiap hari minggu mulai pukul 9 pagi sampai selesai.

Tanggapan positif dari warga masyarakat membuat semakin semangat sosok Aan Ontoceno dan Ririh Probosiwi untuk mewujudkan kegiatan bagi anak anak dan generasi muda. Ia pun siap menjembatani, untuk memaksimalkan potensi kreatif kalangan anak anak muda.

Aan Ontoceno , yang masih lajang ini , dengan keyakinannya mengatakan " Tuhan tak pernah berbohong atas hasil bagi hambanya yang mau berusaha ". Katanya kepada  Koranpurworejo.com. ( mas ) 

Tidak ada komentar