Breaking News

TASYAKURAN HARI PERS KE 73 Wakil Bupati Purworejo Ajak Pers Makin Dewasa.


PURWOREJO ( Koranpurworejo.com) -  " Saya mengucapkan selamat hari pers bagi para  insan pers  di Purworejo tanpa terkecuali apapun medianya. Saya berharap diusianya yang sudah tidak muda lagi, sudah ke 73. Maka saya pun mengajak para insan pers untuk lebih dewasa". Demikian awal sambutan Wakil Bupati Purworejo Yuli Hastuti, SH dalam acara tasyakuran Hari Pers Nasional ke 73  yang dilaksanakan di Gedung Wanita Selasa malam ( 13/2/18).
Acara yang dihadiri oleh Komandan Kodim Purworejo, Komandan  Bataliyon 412 Mayor Infantri Imam Widhiarto  Jajaran Polres Purworejo serta OPD Purworejo, dan tokoh masyarakat setempat itu. Wakil Bupati juga mengajak agar Pers dalam menjalankan tugasnya harus mengedepankan profesionalisme. 

Masih menurut Wakil Bupati,  "Sebagaimana disampakan Presiden Jokowi saat  memperingati Hari Pers di Padang. Bahwa dalam penyelenggaraan negara tidak semua bisa disampaikan melalui pers. Sebagaimana uang diamanatkan UU Pers. Bahwa insan Pers juga wajib menjaga ketertiban dan kedamaian dunia. Pers diera sekarang  memang dibutuhkan,  namun bukan berarti bebas mutlak. Hendaklah insan pers  bersikap profesional dan berimbang " . Tandas Yuli Astuti yang disambut dengan tepuk tangan para tamu undangan.

Usai memberi sambutan, Wakil Bupati Yuli Astuti, diberi kehormatan untuk memotong Tumpeng, lalu diserahkan kepada Ketua Pewarta Purworejo Edy Suryana. Yang sebelumnya diawali dengan doa pembuka oleh Mustakim.
Hadir Ahmad Nasimam pimpinan Purworejo News dan Drs Sumanang Tirtasujana Pimpinan  Koran Purworejo  ( Foto Mas ).

Acara yang juga dilengkapi dengan hiburan sajian Musik lagu cauntry, dan lagu lagu nostalgia. Menjadikan  hubungan antar lembaga serasa  hangat dan familier.
Apalagi setelah Komandan Bataliyon 412 Mayor Infantri Imam Widhiarto dan Kapolres Purworejo AKBP Teguh Tri Prasetya juga menyanyikan lagu romantis.

Sementara itu, menanggapi sambutan Wakil Bupati Yuliastuti,  wartawan senior Ahmad Nas Imam, menambahkan. " Bahwa yang dimaksud Pers dewasa itu, Pers jangan sampai menulis hanya sepihak. Oleh karenanya harus berimbang. Ditambahkan oleh Imam, memang tidak semua data yang dimiliki negara, boleh diimformasikan melalui pers. Semua harus dipertimbangkan dari segi mudhorotnya.  "Jangan sampai hal yang demikian, malah menimbulkan perpecahan", tandas Imam. ( SuTa).

Tidak ada komentar